Apakah Anda sering merasa kesal karena website Anda lambat diakses? Atau mungkin khawatir dengan keamanan data dan serangan DDoS yang mengancam? Jika Anda sedang mencari solusi cerdas untuk mengelola DNS domain Anda, serta ingin mendapatkan performa dan keamanan ekstra tanpa pusing, maka artikel ini adalah panduan yang tepat untuk Anda.
Kita akan membahas secara mendalam dan praktis tentang Cara setting DNS Cloudflare. Sebagai seorang praktisi yang sudah berkecimpung lama di dunia web hosting dan infrastruktur, saya akan membagikan langkah demi langkah, tips, hingga solusi atas permasalahan umum yang sering terjadi.
Mari kita mulai perjalanan ini bersama, agar website Anda tidak hanya cepat dan aman, tapi juga lebih andal!
Memahami Apa Itu DNS dan Mengapa Cloudflare Penting?
Sebelum kita menyelami lebih jauh Cara setting DNS Cloudflare, mari kita pahami dulu fondasinya. DNS, atau Domain Name System, adalah seperti buku telepon internet.
Saat Anda mengetik “google.com” di browser, DNS bertugas menerjemahkan nama domain itu menjadi alamat IP numerik (misalnya 172.217.160.142) yang bisa dimengerti oleh komputer.
Tanpa DNS, Anda harus menghafal deretan angka IP yang rumit untuk setiap website yang ingin Anda kunjungi. Tentu itu tidak praktis, bukan?
Lalu, mengapa Cloudflare? Cloudflare adalah sebuah Content Delivery Network (CDN) dan penyedia layanan keamanan global yang juga menawarkan manajemen DNS yang luar biasa.
Dengan mengelola DNS Anda melalui Cloudflare, Anda tidak hanya mendapatkan DNS yang cepat, tetapi juga lapisan keamanan tambahan, optimasi performa, dan berbagai fitur canggih lainnya.
Bayangkan Cloudflare sebagai penjaga gerbang sekaligus agen pengiriman super cepat untuk website Anda. Mereka memastikan pengunjung Anda menemukan jalan yang tepat ke situs Anda dengan cepat dan aman.
Langkah Awal: Membuat Akun dan Menambahkan Domain ke Cloudflare
Langkah pertama dalam Cara setting DNS Cloudflare adalah membuat akun dan mendaftarkan domain Anda. Proses ini cukup intuitif, bahkan untuk pemula.
1. Membuat Akun Cloudflare
Kunjungi situs resmi Cloudflare dan klik “Sign Up” atau “Daftar”. Anda hanya perlu mengisi alamat email dan membuat kata sandi. Pastikan Anda menggunakan email yang aktif dan mudah diakses.
2. Menambahkan Domain Anda
Setelah login, Anda akan melihat opsi “Add Site” atau “Tambahkan Situs”. Masukkan nama domain Anda (contoh: domainanda.com) dan klik “Add Site”.
Cloudflare kemudian akan meminta Anda memilih paket. Untuk sebagian besar pengguna, paket “Free” sudah lebih dari cukup untuk memulai dan mendapatkan manfaat besar.
3. Memindai Record DNS yang Ada
Setelah memilih paket, Cloudflare akan secara otomatis memindai semua record DNS yang saat ini terhubung dengan domain Anda.
Ini adalah langkah krusial. Sistem Cloudflare akan mencoba mendeteksi record seperti A, CNAME, MX, dan lainnya yang sudah ada di penyedia DNS Anda sebelumnya.
Penting untuk meninjau hasil pemindaian ini. Pastikan semua record yang penting (terutama yang mengarah ke hosting website dan email Anda) sudah terdeteksi dengan benar.
Sebagai contoh, jika website Anda menggunakan shared hosting dan memiliki record A yang mengarah ke IP server hosting Anda, pastikan record tersebut ada dalam daftar.
Jika ada record yang tidak terdeteksi atau terlihat salah, Anda bisa menambah atau mengeditnya secara manual.
Memahami Tipe-Tipe Record DNS di Cloudflare (Panduan Praktis)
Manajemen DNS berpusat pada pemahaman berbagai tipe record. Di Cloudflare, Anda akan sering berinteraksi dengan beberapa tipe utama.
1. A Record (Address Record)
Ini adalah record paling dasar. Fungsinya untuk menghubungkan nama domain atau subdomain ke alamat IP server (IPv4).
-
Contoh: Anda ingin domainanda.com mengarah ke IP hosting Anda (misal: 192.0.2.1).
-
Tipe: A
-
Nama: @ (mewakili domain utama Anda)
-
IPv4 address: 192.0.2.1
-
Proxy status: Oranye (untuk mengaktifkan Cloudflare CDN dan keamanan) atau Abu-abu (untuk DNS-only).
-
2. CNAME Record (Canonical Name Record)
Digunakan untuk membuat alias (nama lain) untuk domain atau subdomain. Sering digunakan untuk subdomain seperti www atau blog.
-
Contoh: Anda ingin www.domainanda.com mengarah ke domainanda.com.
-
Tipe: CNAME
-
Nama: www
-
Target: domainanda.com
-
3. MX Record (Mail Exchanger Record)
Ini penting untuk pengaturan email Anda. MX record memberi tahu server mana yang bertanggung jawab untuk menerima email yang dikirim ke domain Anda.
-
Contoh: Jika Anda menggunakan Google Workspace (Gmail) untuk email Anda.
-
Tipe: MX
-
Nama: @
-
Mail server: aspmx.l.google.com
-
Priority: 1 (nilai prioritas bisa bervariasi)
-
4. TXT Record (Text Record)
Digunakan untuk menyimpan informasi teks, seringkali untuk verifikasi kepemilikan domain (misalnya oleh Google Search Console) atau untuk kebijakan email seperti SPF dan DKIM.
-
Contoh: Verifikasi domain atau SPF record.
-
Tipe: TXT
-
Nama: @ (atau sesuai instruksi)
-
Content: “v=spf1 include:_spf.google.com ~all” (contoh SPF)
-
Saat menambah atau mengedit record, perhatikan opsi “Proxy status”. Jika ikon awan berwarna oranye, artinya lalu lintas ke record tersebut akan melewati jaringan Cloudflare, mendapatkan manfaat CDN dan keamanan.
Jika berwarna abu-abu (DNS-only), lalu lintas akan langsung ke server Anda tanpa melalui Cloudflare. Untuk website, biasanya Anda ingin awan oranye aktif.
Memindahkan Nameserver Domain Anda ke Cloudflare: Kunci Aktivasi
Ini adalah langkah terpenting dalam proses Cara setting DNS Cloudflare. Setelah semua record DNS Anda di Cloudflare sudah benar, Anda perlu mengarahkan domain Anda untuk menggunakan nameserver Cloudflare.
1. Mendapatkan Nameserver Cloudflare
Setelah Anda selesai meninjau dan mengonfirmasi record DNS, Cloudflare akan menampilkan dua alamat nameserver unik mereka untuk domain Anda.
Contohnya bisa seperti `alice.ns.cloudflare.com` dan `bob.ns.cloudflare.com`. Catat atau salin kedua alamat ini dengan teliti.
2. Login ke Dashboard Registrar Domain Anda
Registrar domain adalah tempat Anda membeli domain (misalnya Namecheap, Niagahoster, Godaddy, dsb.). Anda perlu masuk ke akun registrar Anda.
Cari bagian manajemen domain atau pengaturan DNS di sana. Biasanya ada opsi untuk “Change Nameservers” atau “Ubah Nameserver”.
3. Mengganti Nameserver
Gantilah nameserver yang lama (biasanya dari penyedia hosting Anda) dengan dua nameserver Cloudflare yang baru saja Anda catat.
Pastikan Anda menghapus semua nameserver lama dan hanya menyisakan dua nameserver dari Cloudflare. Ini sangat penting untuk memastikan domain Anda sepenuhnya dikelola oleh Cloudflare.
Setelah menyimpan perubahan, proses ini akan memicu apa yang disebut “propagasi DNS”.
Propagasi adalah waktu yang dibutuhkan bagi perubahan nameserver untuk tersebar ke seluruh server DNS di internet. Proses ini bisa memakan waktu beberapa menit hingga 24-48 jam, meskipun seringkali lebih cepat.
Bersabar adalah kuncinya di tahap ini. Selama masa propagasi, website Anda mungkin masih diakses melalui nameserver lama atau bahkan tidak dapat diakses untuk sementara waktu bagi beberapa pengguna.
Konfigurasi Awal dan Optimasi Esensial di Cloudflare
Setelah nameserver Anda berhasil mengarah ke Cloudflare, ada beberapa konfigurasi esensial yang harus Anda lakukan untuk memaksimalkan manfaatnya.
1. Mengatur SSL/TLS (Sertifikat Keamanan)
Salah satu fitur unggulan Cloudflare adalah SSL/TLS gratis. Kunjungi bagian “SSL/TLS” di dashboard Cloudflare Anda.
-
Flexible: Mengenkripsi lalu lintas dari browser ke Cloudflare, tapi tidak dari Cloudflare ke server hosting Anda. Cepat, tapi kurang aman. Jangan gunakan ini jika server Anda sudah ada SSL.
-
Full: Mengenkripsi dari browser ke Cloudflare, dan dari Cloudflare ke server hosting Anda. Ini adalah opsi yang direkomendasikan jika server hosting Anda belum memiliki SSL (atau SSL self-signed).
-
Full (Strict): Ini adalah opsi terbaik jika server hosting Anda sudah memiliki SSL yang valid (Let’s Encrypt atau SSL berbayar). Mengenkripsi penuh dan memastikan validasi sertifikat.
Pilih mode yang sesuai dengan kondisi server hosting Anda untuk memastikan website Anda aman dan tidak ada masalah “mixed content” (konten HTTP di situs HTTPS).
2. Mengaktifkan Caching dan Optimasi Kecepatan
Cloudflare akan secara otomatis meng-cache konten statis website Anda (gambar, CSS, JavaScript) di server CDN mereka di seluruh dunia.
Ini berarti pengunjung akan mengunduh aset-aset ini dari server Cloudflare terdekat, bukan dari server hosting utama Anda, sehingga mempercepat loading website secara signifikan.
Anda bisa mengatur tingkat caching di bagian “Caching” > “Configuration”. Biasanya “Standard” sudah cukup baik.
3. Mengaktifkan Fitur Penting Lainnya
-
Always Online: Fitur ini (di bagian “Caching”) akan menampilkan versi cache website Anda jika server hosting Anda down. Pengunjung tetap bisa melihat situs Anda, meski tidak bisa berinteraksi penuh.
-
Under Attack Mode: Jika website Anda diserang DDoS, Anda bisa mengaktifkan mode ini (di bagian “Security”). Ini akan menampilkan halaman verifikasi kepada pengunjung sebelum mereka bisa mengakses situs Anda.
-
Development Mode: Jika Anda sedang mengembangkan atau melakukan perubahan besar pada website, aktifkan “Development Mode” (di bagian “Caching”). Ini akan bypass cache Cloudflare, sehingga Anda bisa melihat perubahan secara real-time.
Pastikan juga ikon awan oranye pada record A atau CNAME utama website Anda sudah aktif di bagian DNS. Ini menandakan bahwa lalu lintas website Anda sedang diproxy melalui Cloudflare.
Verifikasi dan Pemantauan: Memastikan DNS Cloudflare Berfungsi Sempurna
Setelah melakukan semua langkah Cara setting DNS Cloudflare, sangat penting untuk memverifikasi bahwa semuanya berjalan sesuai harapan. Jangan berasumsi, selalu periksa!
1. Memeriksa Propagasi Nameserver
Gunakan tools online seperti dnschecker.org atau whois.com untuk memeriksa apakah nameserver domain Anda sudah mengarah ke Cloudflare di berbagai lokasi geografis.
Masukkan nama domain Anda, dan periksa apakah nameserver yang muncul adalah nameserver Cloudflare yang Anda setel sebelumnya.
2. Memastikan Website Anda Aman dan Cepat
Kunjungi website Anda di browser. Periksa apakah ikon gembok (HTTPS) sudah muncul di bilah alamat, menandakan SSL aktif dan berfungsi dengan baik.
Gunakan tools seperti Google PageSpeed Insights atau GTmetrix untuk menganalisis kecepatan website Anda sebelum dan sesudah Cloudflare. Anda seharusnya melihat peningkatan performa yang signifikan.
3. Memantau Log dan Analitik Cloudflare
Cloudflare menyediakan dashboard analitik yang komprehensif. Anda bisa melihat berapa banyak lalu lintas yang mereka tangani, berapa banyak ancaman yang diblokir, dan berapa banyak bandwidth yang dihemat dari caching.
Ini bukan hanya angka, tetapi juga indikator bahwa Cloudflare bekerja secara aktif untuk melindungi dan mempercepat situs Anda.
Studi Kasus: Website Tidak Bisa Diakses Setelah Ganti Nameserver
Saya pernah mendapati klien panik karena website mereka “down” setelah mengganti nameserver. Setelah diperiksa, ternyata mereka lupa mengaktifkan proxy Cloudflare (ikon awan tetap abu-abu) untuk A Record utama website.
Akibatnya, lalu lintas tidak melewati Cloudflare dan tidak terhubung ke server hosting. Solusinya sederhana: aktifkan ikon awan oranye untuk A Record utama.
Di kasus lain, ada masalah dengan konfigurasi MX record sehingga email tidak masuk. Ini menunjukkan pentingnya memeriksa semua record, tidak hanya yang berhubungan dengan website.
Tips Praktis Menerapkan Cara setting DNS Cloudflare
Agar pengalaman Anda dengan Cloudflare semakin lancar dan optimal, berikut adalah beberapa tips praktis dari pengalaman saya:
-
Catat Nameserver Lama: Sebelum mengganti nameserver, selalu catat atau screenshot nameserver lama Anda. Ini berguna jika sewaktu-waktu Anda perlu kembali ke pengaturan sebelumnya (meskipun jarang terjadi).
-
Cek Semua Record: Jangan hanya fokus pada A Record. Periksa semua record lain seperti CNAME untuk subdomain, MX untuk email, dan TXT untuk verifikasi atau SPF/DKIM.
-
Gunakan Mode “Full (Strict)” untuk SSL Jika Memungkinkan: Jika server hosting Anda sudah memiliki SSL valid, selalu pilih mode SSL “Full (Strict)” di Cloudflare untuk keamanan maksimal.
-
Manfaatkan Page Rules: Cloudflare memiliki fitur “Page Rules” yang sangat powerful. Anda bisa menggunakannya untuk mengatur caching spesifik, mengaktifkan Always Online untuk URL tertentu, atau melakukan redirect.
-
Jangan Panik Saat Propagasi: Propagasi DNS memang butuh waktu. Jika website belum aktif setelah beberapa jam, jangan langsung panik. Periksa kembali pengaturan Anda, lalu berikan waktu lebih.
-
Hapus Cache Cloudflare Secara Berkala (Jika Perlu): Jika Anda melakukan perubahan besar pada website dan tidak melihatnya, coba “Purge Everything” (hapus semua cache) di bagian “Caching” Cloudflare untuk memastikan Anda mendapatkan versi terbaru situs Anda.
FAQ Seputar Cara setting DNS Cloudflare
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan terkait pengaturan DNS Cloudflare, beserta jawabannya.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar DNS Cloudflare aktif sepenuhnya?
Proses ini disebut propagasi DNS. Setelah Anda mengganti nameserver, dibutuhkan waktu antara beberapa menit hingga 24-48 jam agar perubahan tersebar ke seluruh internet. Namun, seringkali dalam beberapa jam sudah aktif di sebagian besar lokasi.
Apakah Cloudflare gratis? Apakah ada fitur berbayar yang wajib?
Ya, Cloudflare menyediakan paket gratis yang sudah sangat powerful dan mencakup sebagian besar kebutuhan dasar seperti DNS, CDN, dan perlindungan DDoS. Fitur berbayar menawarkan optimasi lebih lanjut, WAF canggih, dan dukungan prioritas, tetapi tidak wajib bagi banyak website kecil hingga menengah.
Apa yang terjadi jika saya salah setting DNS di Cloudflare?
Jika Anda salah setting, website atau layanan terkait (seperti email) bisa menjadi tidak dapat diakses. Misalnya, jika A Record salah, website tidak akan terbuka. Jika MX Record salah, email tidak akan terkirim atau diterima. Cloudflare cukup fleksibel, jadi Anda bisa segera mengedit record yang salah dan menunggu propagasi ulang.
Apakah Cloudflare akan mempercepat website saya secara instan?
Ya, Cloudflare umumnya dapat mempercepat website Anda secara signifikan. Ini karena Cloudflare meng-cache konten statis dan mendistribusikannya melalui jaringan CDN mereka yang luas, sehingga pengunjung mengambil konten dari lokasi terdekat. Selain itu, fitur optimasi seperti minify CSS/JS juga berkontribusi pada kecepatan.
Bagaimana cara menghapus domain dari Cloudflare?
Anda bisa menghapus domain dari Cloudflare melalui dashboard. Masuk ke domain yang ingin dihapus, lalu gulir ke bawah di tab “Overview” dan cari “Remove Site from Cloudflare”. Setelah itu, Anda juga perlu mengganti nameserver domain Anda di registrar kembali ke nameserver penyedia hosting atau nameserver default lainnya.
Kesimpulan
Mengelola DNS domain Anda dengan Cloudflare adalah salah satu keputusan terbaik untuk meningkatkan performa dan keamanan website Anda. Dengan mengikuti panduan Cara setting DNS Cloudflare ini, Anda kini memiliki bekal pengetahuan dan langkah praktis untuk mengimplementasikannya sendiri.
Mulai dari pembuatan akun, memahami berbagai tipe record DNS, hingga mengaktifkan nameserver dan melakukan optimasi awal, setiap tahap dirancang untuk memberikan Anda kendali penuh.
Jangan tunda lagi! Ambil langkah pertama Anda hari ini. Segera terapkan Cara setting DNS Cloudflare untuk domain Anda, dan rasakan sendiri perbedaannya. Website yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih andal menanti Anda!












