Informatif

Apa itu UX Writing? Teks dalam aplikasi

×

Apa itu UX Writing? Teks dalam aplikasi

Sebarkan artikel ini

Pernahkah Anda merasa kesal atau bingung saat menggunakan sebuah aplikasi, hanya karena teks di dalamnya tidak jelas? Atau sebaliknya, merasa terbantu karena setiap petunjuk terasa sangat intuitif dan mudah dipahami?

Jika ya, berarti Anda sudah merasakan langsung dampak dari sesuatu yang disebut UX Writing. Ini bukan sekadar tentang menulis kata-kata, melainkan seni merangkai “teks dalam aplikasi” yang benar-benar memandu, membantu, dan menyenangkan pengguna.

Anda mungkin sering melihat berbagai aplikasi di ponsel Anda, namun jarang menyadari peran krusial di balik setiap tombol, pesan error, atau notifikasi. Di sinilah peran UX Writing menjadi sangat vital.

Mari kita selami lebih dalam apa itu UX Writing dan bagaimana ia membentuk pengalaman kita saat berinteraksi dengan aplikasi sehari-hari.

Apa Itu UX Writing? Teks dalam Aplikasi yang Berbicara

Secara sederhana, UX Writing adalah praktik menulis semua teks yang Anda temukan di dalam produk digital, seperti aplikasi mobile atau website.

Teks ini mencakup label tombol, pesan kesalahan, instruksi onboarding, notifikasi, hingga kalimat-kalimat kecil yang memandu Anda mengisi formulir atau melakukan pembayaran.

Tujuannya bukan sekadar informatif, melainkan untuk menciptakan pengalaman pengguna (User Experience/UX) yang mulus, efisien, dan menyenangkan. Setiap kata dipilih dengan hati-hati untuk memastikan pengguna tahu apa yang harus dilakukan, apa yang terjadi, dan mengapa.

Bukan Sekadar Menulis, Ini Tentang Pengalaman Pengguna

UX Writing sangat berbeda dari copywriting biasa. Copywriting fokus pada penjualan atau branding, sementara UX Writing berpusat pada kegunaan dan interaksi.

Seorang UX Writer ibarat pemandu wisata di dalam aplikasi. Mereka memimpin Anda dari satu titik ke titik berikutnya, menjelaskan pemandangan, dan memastikan Anda tidak tersesat atau frustrasi.

Contoh Nyata: Pesan Error yang Menyelamatkan

Bayangkan Anda mengisi formulir pendaftaran. Anda lupa mengisi kolom email, lalu muncul pesan:

  • Pesan Buruk: “Error: 0x00021FF. Field incomplete.”

    Apakah ini membantu? Tentu tidak. Anda tidak tahu harus berbuat apa.

  • Pesan UX yang Baik: “Maaf, alamat email Anda belum terisi. Mohon lengkapi untuk melanjutkan.”

    Pesan kedua ini jelas, sopan, dan langsung memberitahu solusi. Ini adalah contoh sempurna bagaimana UX Writing meminimalkan frustrasi pengguna.

Peran Kunci dalam Membangun Kepercayaan dan Kredibilitas

Teks dalam aplikasi adalah suara dari merek atau produk Anda. Suara yang konsisten, jelas, dan jujur dapat membangun kepercayaan pengguna.

Pengguna akan merasa lebih nyaman menggunakan aplikasi yang bahasanya lugas, transparan, dan dapat diandalkan, terutama ketika menyangkut data pribadi atau transaksi finansial.

Studi Kasus Singkat: Aplikasi Keuangan

Aplikasi perbankan atau investasi seringkali menggunakan bahasa yang formal namun mudah dimengerti.

Misalnya, saat konfirmasi transaksi, mereka akan menulis: “Transaksi Rp 500.000 ke [Nama Penerima] berhasil. Saldo Anda saat ini: Rp [Jumlah]”. Ini memberikan rasa aman dan konfirmasi yang jelas kepada pengguna, dibandingkan pesan yang ambigu.

Membantu Pengguna Mencapai Tujuan Mereka

Inti dari setiap aplikasi adalah membantu pengguna menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan. UX Writing adalah jembatan yang menghubungkan pengguna dengan tujuan tersebut.

Setiap kata, frasa, dan kalimat dirancang untuk memandu pengguna melewati alur kerja (workflow) aplikasi dengan lancar, tanpa hambatan.

Analogi Praktis: Petunjuk Arah

Bayangkan Anda sedang berada di persimpangan jalan dan ada dua rambu:

  • Rambu 1: “Belok”

    Belok ke mana? Kiri? Kanan? Apa tujuannya?

  • Rambu 2: “Belok Kanan Menuju Pusat Kota”

    Rambu kedua jelas. Ini adalah prinsip yang sama dalam UX Writing. Pastikan setiap petunjuk mengarahkan pengguna dengan presisi.

Menciptakan Suara dan Nada (Voice & Tone) Aplikasi

Setiap merek memiliki kepribadian, dan UX Writing adalah salah satu cara utama untuk mengekspresikannya dalam aplikasi.

Suara (voice) adalah kepribadian inti yang konsisten, sedangkan nada (tone) adalah bagaimana kepribadian itu beradaptasi dalam konteks yang berbeda (misalnya, gembira saat berhasil, empatik saat terjadi kesalahan).

Contoh Unik: Duolingo vs. Aplikasi Medis

Duolingo, aplikasi belajar bahasa, dikenal dengan notifikasi yang ramah, lucu, dan terkadang “memaksa” Anda untuk belajar. Ini adalah suara dan nada yang khas.

Bandingkan dengan aplikasi medis atau rumah sakit yang akan menggunakan bahasa yang serius, informatif, dan menenangkan. Keduanya sama-sama efektif karena sesuai dengan konteks dan target penggunanya.

Optimasi Berbasis Data dan Pengujian

UX Writing bukanlah pekerjaan sekali jadi. Ini adalah proses iteratif yang melibatkan pengujian, analisis data, dan penyempurnaan berkelanjutan.

UX Writers sering berkolaborasi dengan desainer, peneliti UX, dan manajer produk untuk menguji efektivitas teks.

Skenario Nyata: A/B Testing Tombol

Sebuah tim produk mungkin menguji dua versi teks tombol ‘Daftar’:

  • Versi A: “Daftar Sekarang”

  • Versi B: “Mulai Gratis”

Dengan A/B testing, mereka dapat melihat mana yang menghasilkan tingkat klik yang lebih tinggi, sehingga mereka bisa memilih teks yang paling efektif untuk mendorong pengguna bertindak.

Kolaborasi Lintas Fungsi adalah Kunci

Seorang UX Writer tidak bekerja sendiri. Mereka adalah bagian integral dari tim produk yang lebih besar.

Kolaborasi erat dengan desainer UI (User Interface) untuk memastikan teks sesuai dengan elemen visual, dengan developer untuk memahami batasan teknis, dan dengan product manager untuk mencapai tujuan bisnis.

Teks harus bekerja selaras dengan desain visual dan fungsionalitas aplikasi untuk menciptakan pengalaman yang holistik.

Tips Praktis Menerapkan UX Writing yang Efektif

Menerapkan prinsip UX Writing akan membuat aplikasi Anda lebih unggul. Berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa Anda mulai terapkan:

  • Pahami Persona Pengguna Anda: Siapa yang akan menggunakan aplikasi Anda? Bahasa apa yang mereka gunakan? Apa tujuan dan frustrasi mereka? Menulis untuk target audiens yang spesifik akan membuat teks Anda lebih relevan.

  • Prioritaskan Kejelasan dan Konsistensi: Gunakan bahasa yang lugas, mudah dimengerti, dan hindari jargon teknis. Pastikan istilah dan gaya penulisan konsisten di seluruh aplikasi.

  • Berpikirlah secara Konversasional: Tulis seolah-olah Anda sedang berbicara langsung dengan pengguna. Ini membuat interaksi terasa lebih personal dan ramah.

  • Jadilah Ringkas: Di layar kecil, setiap kata berharga. Potong kata-kata yang tidak perlu dan langsung ke intinya. Pengguna mobile memiliki rentang perhatian yang singkat.

  • Selalu Uji Coba Teks Anda: Jangan berasumsi. Uji teks Anda dengan pengguna sungguhan. Apakah mereka memahami maksud Anda? Apakah mereka bisa menyelesaikan tugas dengan mudah?

  • Berikan Solusi, Bukan Hanya Masalah: Saat ada pesan error, jangan hanya mengatakan “Ada masalah”. Jelaskan masalahnya dan berikan petunjuk langkah selanjutnya untuk mengatasinya.

FAQ Seputar Apa itu UX Writing? Teks dalam Aplikasi

Apa bedanya UX Writing dengan Copywriting biasa?

UX Writing fokus pada panduan pengguna di dalam produk digital untuk menyelesaikan tugas, meningkatkan kegunaan, dan mengurangi friksi. Sementara itu, copywriting bertujuan untuk menarik perhatian, menjual produk, atau membangun merek di luar produk.

Apakah UX Writing hanya untuk aplikasi besar?

Sama sekali tidak. Prinsip UX Writing penting untuk setiap aplikasi, baik itu startup kecil maupun raksasa teknologi. Setiap aplikasi memiliki pengguna yang perlu dipandu, dan teks yang baik akan selalu meningkatkan pengalaman mereka.

Bagaimana cara memulai belajar UX Writing?

Anda bisa memulai dengan banyak membaca artikel, buku tentang UX Writing, mengikuti kursus online, dan yang paling penting, praktik! Mulailah menganalisis teks di aplikasi yang Anda gunakan sehari-hari, lalu coba menulis ulang pesan-pesan yang menurut Anda kurang efektif.

Apakah desainer UI/UX juga harus memahami UX Writing?

Sangat dianjurkan! Desainer UI/UX yang memahami dasar-dasar UX Writing dapat menciptakan antarmuka yang lebih kohesif, di mana desain visual dan teks bekerja bersama secara harmonis. Meskipun ada spesialis UX Writer, pemahaman dasar akan sangat membantu kolaborasi.

Seberapa penting konsistensi dalam UX Writing?

Sangat penting. Konsistensi dalam terminologi, gaya, dan nada suara akan membangun kepercayaan pengguna dan membuat aplikasi terasa lebih profesional dan mudah diprediksi. Inkonsistensi justru bisa membingungkan dan merusak pengalaman pengguna.

Kesimpulan

UX Writing adalah elemen krusial yang sering tidak terlihat, namun memiliki dampak besar pada cara kita berinteraksi dengan aplikasi. Setiap kata yang tertulis di layar ponsel atau komputer Anda memiliki potensi untuk memandu, menyenangkan, atau bahkan membuat frustrasi.

Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip UX Writing, kita dapat menciptakan aplikasi yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga terasa intuitif, ramah, dan benar-benar membantu pengguna mencapai tujuan mereka.

Jadi, mulailah untuk lebih memperhatikan setiap kata dalam aplikasi Anda. Investasikan waktu dan pikiran Anda untuk merangkai teks yang tidak hanya informatif, tetapi juga empatik dan berorientasi pada solusi, dan saksikan bagaimana pengalaman pengguna Anda akan meningkat drastis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *