Ketika kita bicara tentang argumen, mendefinisikan suatu kebenaran secara obyektif bisa menjadi hal yang rumit. Kebenaran adalah konsep yang luas dan mendalam. Namun, dalam konteks argumentasi, terdapat satu jenis pendekatan yang didasarkan oleh ‘kebenaran’ banyak orang. Pendekatan ini dikenal sebagai argumen ad populum.
Istilah ‘argumen ad populum’ berasal dari Latin, yang secara harfiah berarti “argumen untuk orang banyak”. Ini adalah bentuk argumentasi yang mengandalkan popularitas atau mayoritas pendapat sebagai bukti dari kebenaran klaim atau posisi. Logika dibalik ini adalah bahwa jika banyak orang percaya sesuatu, maka itu harus benar. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa argumen semacam ini tentunya memiliki kelemahan.
Meskipun argumen jenis ini dapat berfungsi dalam beberapa situasi, seperti membuktikan tren atau popularitas konsep tertentu, ia sering kali dapat menyesatkan atau membingungkan. Faktanya, ad populum dianggap sebagai bentuk kesesatan logis, karena sesuatu yang populer atau banyak yang percaya tidak selalu berarti itu benar. Misalnya, pernah ada masa ketika sebagian besar orang percaya bahwa bumi ini datar. Hari ini, kita tahu bahwa ini salah berkat penemuan ilmiah, meskipun pada saat itu dipercayai oleh banyak orang.
Pendekatan ad populum dalam argumen sederhananya menganggap popularitas sebagai bukti, dan melihat mengapa ini bisa menjadi cara berpikir yang merusak. Ketika menjalankan argumen, penting untuk mendapat informasi dari sumber yang dapat dipercaya dan akurat dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang sebelum mencapai kesimpulan. Tidak cukup hanya mengandalkan pendapat publik yang luas, sebab hal ini dapat membatasi pemahaman kita dan mendorong penyebaran informasi yang salah atau menyesatkan.
Dalam ringkasan, argumen berdasarkan ‘kebenaran’ yang didukung oleh banyak orang disebut argumen ad populum. Meski bisa memberikan wawasan tentang apa yang banyak orang pikirkan atau percayai, argumen semacam ini sering kali tidak mencerminkan realitas atau kebenaran sesungguhnya. Itulah sebabnya kita harus hati-hati dalam menggunakan dan merespon argumen jenis ini.












